KLATEN – Dalam upaya memberikan arah dan pandangan strategis bagi santri dalam melanjutkan pendidikan formal, Pesantren Raudhatul Qur’an 1 Klaten menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pendidikan Tinggi pada Selasa, 5 Mei 2026. Kegiatan ini menghadirkan delegasi dari Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Ukhuwah Sukoharjo sebagai narasumber utama.
Bertempat di kompleks pesantren, agenda ini ditujukan khusus bagi santri jenjang Madrasah Aliyah (MA). Fokus utama kegiatan adalah memberikan pemahaman mendalam mengenai dinamika perkuliahan di bidang Ilmu Syariah serta memaparkan opsi alternatif pendidikan tinggi yang selaras dengan nilai-nilai kepesantrenan.
Sinergi Akademik Antar Lembaga
Kunjungan dari STIS Ukhuwah Sukoharjo ini disambut hangat oleh jajaran pengurus dan asatidzah Pesantren Raudhatul Qur’an 1. Dalam sambutannya, perwakilan pesantren menyampaikan bahwa membekali santri dengan informasi akademis yang valid merupakan tanggung jawab institusi agar lulusan memiliki daya saing dan ketepatan dalam memilih program studi.
Paparan Program dan Prospek Lulusan
Dalam sesi sosialisasi, tim dari STIS Ukhuwah Sukoharjo memaparkan berbagai aspek akademik, mulai dari kurikulum yang diterapkan, fasilitas penunjang pembelajaran, hingga program beasiswa yang tersedia bagi santri berprestasi, hafiz Al-Qur’an, dan Kurang Mampu.
Selain aspek teknis pendaftaran, narasumber juga memberikan motivasi mengenai pentingnya integritas intelektual bagi seorang penuntut ilmu. Para santri diberikan gambaran mengenai prospek lulusan Ilmu Syariah yang tidak hanya terbatas pada sektor keagamaan formal, tetapi juga merambah ke sektor hukum, ekonomi syariah, dan konsultan keagamaan.
Melalui kegiatan ini, Pesantren Raudhatul Qur’an 1 Klaten berharap para santri dapat menentukan pilihan pendidikan tinggi secara matang dan objektif. Sinergi ini juga diharapkan dapat terus terjalin guna memperkuat ekosistem pendidikan Islam di wilayah Jawa Tengah, khususnya di Klaten dan Sukoharjo.