{"id":741,"date":"2015-03-15T12:09:30","date_gmt":"2015-03-15T12:09:30","guid":{"rendered":"http:\/\/bisnismuslimwebhost.com\/goblog\/?p=741"},"modified":"2015-03-15T12:09:30","modified_gmt":"2015-03-15T12:09:30","slug":"keutamaan-ilmu-yang-bermanfaat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/raudhatulquran.com\/?p=741","title":{"rendered":"KEUTAMAAN ILMU YANG BERMANFAAT"},"content":{"rendered":"<p align=\"JUSTIFY\">Dari Jabir bin \u2018Abdillah <i>Radhiallahu\u2019anhu<\/i> bahwa Rasulullah <i>Shallallahu\u2019alaihi Wasallam<\/i> bersabda:<\/p>\n<p align=\"JUSTIFY\">\u201c<em>Mohonlah kepada Allah ilmu yang bermanfaat dan berlindunglah kepada-Nya dari ilmu yang tidak<\/em> bermanfaat\u201d<a href=\"http:\/\/muslim.or.id\/manhaj\/keutamaan-ilmu-yang-bermanfaat.html#sdfootnote1sym\"><sup>1<\/sup><\/a>.<\/p>\n<p align=\"JUSTIFY\"><!--more--><\/p>\n<p align=\"JUSTIFY\">Hadits yang agung ini menunjukkan besarnya keutamaan mendapatkan anugerah ilmu yang bermanfaat, yaitu ilmu yang sesuai dengan petunjuk yang diturunkan oleh Allah <i>Ta\u2019ala<\/i> kepada Rasul-Nya <i>Shallallahu\u2019alaihi Wasallam<\/i> dan mewariskan amals shaleh untuk mendekatkan diri kepada Allah <i>Ta\u2019ala<\/i><a href=\"http:\/\/muslim.or.id\/manhaj\/keutamaan-ilmu-yang-bermanfaat.html#sdfootnote2sym\"><sup>2<\/sup><\/a>, karena Rasulullah <i>Shallallahu\u2019alaihi Wasallam<\/i> tidak mungkin memerintahkan untuk memohon kepada Allah <em>Ta\u2019ala<\/em> kecuali sesuatu yang mulia dan mendatangkan kebaikan besar di Dunia dan akhirat. Inilah makna firman Allah <i>Ta\u2019ala<\/i>:<\/p>\n<p align=\"JUSTIFY\">{ ?????? ????? ??????? ??????? }<\/p>\n<p align=\"JUSTIFY\">\u201c<em>Dan katakanlah: \u201cWahai Rabb<\/em><em>-ku tambahkanlah kepadaku ilmu<\/em>\u201d (QS Thaahaa: 114)<a href=\"http:\/\/muslim.or.id\/manhaj\/keutamaan-ilmu-yang-bermanfaat.html#sdfootnote3sym\"><sup>3<\/sup><\/a>.<\/p>\n<p align=\"JUSTIFY\"><strong>Beberapa faidah penting yang dapat kita petik dari hadits ini:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Semua ayat al-Qur\u2019an dan hadits shahih dari Rasulullah <i>Shallallahu\u2019alaihi Wasallam<\/i> yang menjelaskan keutamaan dan kemuliaan ilmu, maka yang dimaksud adalah ilmu yang bermanfaat, yaitu ilmu yang mewariskan amal shaleh<a href=\"http:\/\/muslim.or.id\/manhaj\/keutamaan-ilmu-yang-bermanfaat.html#sdfootnote4sym\"><sup>4<\/sup><\/a>.<\/li>\n<li>Imam Ibnu Rajab al-Hambali berkata: \u201cIlmu yang bermanfaat dari semua ilmu adalah mempelajari dengan seksama dalil-dalil dari al-Qur-an dan Sunnah Rasulullah <i>Shallallahu\u2019alaihi Wasallam<\/i>, serta (berusaha) memahami kandungan maknanya, dengan mendasari pemahaman tersebut dari penjelasan <a href=\"http:\/\/muslim.or.id\/manhaj\/meneladani-sahabat-nabi-jalan-kebenaran.html\">para sahabat<\/a> Rasulullah <i>Shallallahu\u2019alaihi Wasallam<\/i>, para Tabi\u2019in (orang-orang yang mengikuti petunjuk para sahabat), dan orang-orang yang mengikuti (petunjuk) mereka dalam memahami kandungan al-Qur-an dan Hadits. (begitu pula) dalam (memahami penjelasan) mereka dalam masalah halal dan haram, pengertian zuhud, amalan hati (pensucian jiwa), pengenalan (tentang nama-nama dan sifat-sifat Allah <i>Ta\u2019ala<\/i>) dan pembahasan-pembahasan ilmu lainnya, dengan terlebih dahulu berusaha untuk memisahkan dan memilih (riwayat-riwayat) yang shahih (benar) dan (meninggalkan riwayat-riwayat) yang tidak benar, kemudian berupaya untuk memahami dan menghayati kandungan maknanya\u201d<a href=\"http:\/\/muslim.or.id\/manhaj\/keutamaan-ilmu-yang-bermanfaat.html#sdfootnote5sym\"><sup>5<\/sup><\/a>.<\/li>\n<li>Di tempat lain, beliau berkata: \u201cIlmu yang bermanfaat adalah ilmu yang masuk (dan menetap) ke dalam relung hati (manusia), yang kemudian melahirkan rasa tenang, takut, tunduk, merendahkan dan mengakui kelemahan diri di hadapan Allah <i>Ta\u2019ala<\/i>\u201d<a href=\"http:\/\/muslim.or.id\/manhaj\/keutamaan-ilmu-yang-bermanfaat.html#sdfootnote6sym\"><sup>6<\/sup><\/a>.<\/li>\n<li>Kedua penjelasan Imam Ibnu Rajab ini sepintas kelihatannya berbeda dan tidak berhubungan, akan tetapi kalau diamati dengan seksama kita akan dapati bahwa kedua penjelasan tersebut sangat bersesuaian dan bahkan saling melengkapi. Karena pada definisi yang pertama, beliau ingin menjelaskan <b>sumber ilmu yang bermanfaat<\/b>, yaitu ayat-ayat al-Qur-an dan hadits-hadits yang shahih (benar periwayatannya) dari Rasulullah <i>Shallallahu\u2019alaihi Wasallam<\/i>, yang dipahami berdasarkan penjelasan dari para sahabat Nabi <i>Shallallahu\u2019alaihi Wasallam<\/i>, Tabi\u2019in (orang-orang yang mengikuti petunjuk para sahabat), dan orang-orang yang mengikuti (petunjuk) mereka. Ini berarti, seseorang tidak akan mungkin sama sekali bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat tanpa mengambilnya dari sumber <i>Al \u2018Ilmu An Naafi\u2019<\/i> yang satu-satunya ini.<\/li>\n<li>Adapun pada definisi yang kedua, beliau ingin menjelaskan <b>hasil dan pengaruh dari ilmu yang bermanfaat<\/b>, yaitu menumbuhkan dalam hati orang yang memilikinya rasa tenang, takut dan ketundukan yang sempurna kepada Allah <i>Ta\u2019ala<\/i>. Ini berarti bahwa ilmu yang cuma pandai diucapkan dan dihapalkan oleh lidah, tapi tidak menyentuh \u2013 apalagi masuk \u2013 ke dalam hati manusia, maka ini sama sekali bukanlah ilmu yang bermanfaat, dan ilmu seperti ini justru akan menjadi bencana bagi pemiliknya.<\/li>\n<li>Keburukan besar akibat dari ilmu yang tidak bermanfaat adalah sebagaimana yang diisyaratkan dalam doa Rasulullah <i>Shallallahu\u2019alaihi Wasallam<\/i> : \u201cYa Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu\u2019, dari jiwa yang tidak pernah puas, dan dari doa yang tidak dikabulkan\u201d<a href=\"http:\/\/muslim.or.id\/manhaj\/keutamaan-ilmu-yang-bermanfaat.html#sdfootnote7sym\"><sup>7<\/sup><\/a>.<\/li>\n<li>Dalam hadits yang agung ini, Rasulullah <i>Shallallahu\u2019alaihi Wasallam<\/i> menggandengkan empat perkara yang tercela ini, sebagai isyarat bahwa ilmu yang tidak bermanfaat memiliki tanda-tanda buruk, yaitu hati yang tidak khusyu\u2019, jiwa yang tidak pernah puas, dan doa yang tidak dikabulkan<a href=\"http:\/\/muslim.or.id\/manhaj\/keutamaan-ilmu-yang-bermanfaat.html#sdfootnote8sym\"><sup>8<\/sup><\/a>, <i>nu\u2019uudzu billahi min dzaalik<\/i>.<\/li>\n<\/ul>\n<p align=\"CENTER\">???? ???? ???? ????? ??? ????? ???? ???? ????? ??????? ???? ?????? ?? ????? ??? ?? ????????<\/p>\n<p align=\"CENTER\">Kota Kendari, 25 Dzulhijjah 1434 H Abdullah bin Taslim al-Buthoni<\/p>\n<h5 class=\"heading-font\" align=\"CENTER\">Catatan Kaki<\/h5>\n<div>\n<p align=\"JUSTIFY\"><a href=\"http:\/\/muslim.or.id\/manhaj\/keutamaan-ilmu-yang-bermanfaat.html#sdfootnote1anc\">1<\/a> HR Ibnu Majah (no. 3843) dan Ibnu Abi Syaibah dalam \u201c<em>al-Mushannaf<\/em>\u201d (6\/266, no. 236), dinyatakan hasan sanadnya oleh Syaikh al-Albani dalam \u201c<em>Silsilatul ahaadiitsish shahiihah<\/em>\u201d (no. 1511).<\/p>\n<\/div>\n<div>\n<p align=\"JUSTIFY\"><a href=\"http:\/\/muslim.or.id\/manhaj\/keutamaan-ilmu-yang-bermanfaat.html#sdfootnote2anc\">2<\/a> Lihat kitab \u201c<em>Faidhul Qadiir<\/em>\u201d(4\/143).<\/p>\n<\/div>\n<div>\n<p align=\"JUSTIFY\"><a href=\"http:\/\/muslim.or.id\/manhaj\/keutamaan-ilmu-yang-bermanfaat.html#sdfootnote3anc\">3<\/a> Lihat kitab \u201c<em>Tafsir al-Qurthubi<\/em>\u201d (4\/41).<\/p>\n<\/div>\n<div>\n<p><a href=\"http:\/\/muslim.or.id\/manhaj\/keutamaan-ilmu-yang-bermanfaat.html#sdfootnote4anc\">4<\/a> Lihat kitab \u201c<em>Miftaahu daaris sa\u2019aadah<\/em>\u201d (1\/60).<\/p>\n<\/div>\n<div>\n<p><a href=\"http:\/\/muslim.or.id\/manhaj\/keutamaan-ilmu-yang-bermanfaat.html#sdfootnote5anc\">5<\/a> Kitab \u201c<em>Fadhlu \u2018ilmis salaf \u2018ala \u2018ilmil khalaf<\/em>\u201d (hal. 6).<\/p>\n<\/div>\n<div>\n<p><a href=\"http:\/\/muslim.or.id\/manhaj\/keutamaan-ilmu-yang-bermanfaat.html#sdfootnote6anc\">6<\/a> Kitab \u201c<em>Al Khusyuu\u2019 fish shalaah<\/em>\u201d (hal. 16).<\/p>\n<\/div>\n<div>\n<p align=\"JUSTIFY\"><a href=\"http:\/\/muslim.or.id\/manhaj\/keutamaan-ilmu-yang-bermanfaat.html#sdfootnote7anc\">7<\/a> HSR Muslim (no. 2722).<\/p>\n<\/div>\n<div>\n<p align=\"JUSTIFY\"><a href=\"http:\/\/muslim.or.id\/manhaj\/keutamaan-ilmu-yang-bermanfaat.html#sdfootnote8anc\">8<\/a> Lihat kitab \u201c<em>Tuhfatul ahwadzi<\/em>\u201d (9\/319) dan \u201c<em>Faidhul Qadiir<\/em>\u201d (2\/108).<\/p>\n<p align=\"JUSTIFY\">\u2014<\/p>\n<p align=\"JUSTIFY\">Penulis: Ustadz Abdullah Taslim Al Buthoni, Lc., MA.<\/p>\n<p align=\"JUSTIFY\">Artikel Muslim.Or.Id<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dari Jabir bin \u2018Abdillah Radhiallahu\u2019anhu bahwa Rasulullah Shallallahu\u2019alaihi Wasallam bersabda: \u201cMohonlah kepada Allah ilmu yang bermanfaat dan berlindunglah kepada-Nya dari ilmu yang tidak bermanfaat\u201d1.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":742,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-741","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-keutamaan-ilmu"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/raudhatulquran.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/741","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/raudhatulquran.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/raudhatulquran.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/raudhatulquran.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/raudhatulquran.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=741"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/raudhatulquran.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/741\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/raudhatulquran.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/742"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/raudhatulquran.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=741"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/raudhatulquran.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=741"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/raudhatulquran.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=741"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}