Tag Archives: ngaji

HUKUM BERMU’AMALAH DENGAN ORANG KAFIR[1]

Oleh Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas حَفِظَهُ الله تَعَالَى   Ahlus Sunnah membolehkan bermu’amalah dengan orang-orang kafir, sebagaimana dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para Sahabat Radhiyallahu anhum. Di antara mu’amalah yang dibolehkan menurut syar’i adalah: Boleh melakukan transaksi dengan mereka dalam perdagangan, sewa menyewa dan jual …

Read More »

Apabila Hilal Tidak Terlihat pada Malam Ketigapuluh Sya’ban

Apabila pada Malam Ketigapuluh Sya’ban Tidak Terlihat Hilal Apabila pada malam ketigapuluh Sya’ban belum juga terlihat hilal karena terhalangi oleh awan atau mendung maka bulan Sya’ban disempurnakan menjadi 30 hari. Salah seorang ulama Syafi’i, Al Mawardi rahimahullah mengatakan, “Allah Ta’ala memerintahkan kita untuk berpuasa ketika diketahui telah masuk awal bulan. …

Read More »

Kapan Awal Ramadhan ?

Menentukan awal ramadhan dilakukan dengan salah satu dari dua cara berikut: Melihat hilal ramadhan. Menggenapkan bulan Sya’ban menjadi 30 hari. Melihat Hilal Ramadhan Dasar dari hal ini adalah firman Allah Ta’ala, فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ”Karena itu, barangsiapa di antara kamu menyaksikan (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, …

Read More »

BERDOA NDAK ADA RUGINYA!

Oleh: Abdullah Zaen, Lc., MA Mungkin banyak di antara kita pernah lama berdoa meminta sesuatu kepada Allah, namun belum juga dikabulkan. Dalam menghadapi kondisi tersebut, setiap kita mungkin sikapnya berbeda-beda. Orang pertama pantang menyerah, tetap saja berdoa, hingga dikabulkan Allah atau kedahuluan dijemput ajal. Orang kedua memilih untuk putus asa, …

Read More »

Berdakwah dengan Akhlak Mulia (Bagian 4)

Akhlak mulia dan dampak positifnya dalam dakwah Di atas telah dijelaskan bahwa definisi akhlak mulia adalah: berbuat baik kepada orang lain, mengindari sesuatu yang menyakitinya, serta menahan diri ketika disakiti. Berdasarkan definisi ini berarti cakupan akhlak mulia sangatlah luas, dan tidak mungkin semua cakupannya dipaparkan satu persatu dalam makalah singkat …

Read More »

Berdakwah dengan Akhlak Mulia (Bagian 3)

Apa maksud dakwah dengan akhlak? Bukankah dakwah itu cukup dengan lisan? Pernah suatu hari ketika penulis mengisi sebuah pengajian, penulis melontarkan sebuah pertanyaan kepada para hadirin, “Apakah yang dimaksud dengan dakwah?” “Dakwah adalah seperti yang ustadz lakukan sekarang; ceramah dan khutbah!” sahut salah seorang jamaah. Dari jawaban yang terlontar tersebut, …

Read More »

Berdakwah dengan Akhlak Mulia (Bagian 2)

Perintah untuk Berakhlak Mulia Sebagai agama sempurna yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, tentunya Islam tidak melewatkan pembahasan akhlak dalam ajarannya. Begitu banyak dalil dalam al-Quran maupun Sunnah yang memerintahkan kita untuk berakhlak mulia. Di antaranya: Firman Allah ta’ala tatkala memuji Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, “وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ” …

Read More »

Berdakwah dengan Akhlak Mulia (Bagian 1)

Segala puji bagi Allah ta’ala, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebuah renungan dari sepenggal kisah nyata Beberapa saat lalu, penulis diceritai adik ipar kisah seorang mantan preman yang mendapatkan hidayah mengenal manhaj salaf. Katanya, dulu ketika masih preman, ia amat dibenci masyarakat kampungnya “karena ke-rese-annya” …

Read More »

Perbedaan Antara Dzikir dan Do’a

Pembaca yang dirahmati Allah Subhanahu wa ta’ala, berikut tulisan ringkas untuk menambah pengetahuan kita tentang doa dan dzikir. Secara bahasa, dzikir berarti mengingat. Sedangkan doa berarti meminta. Namun, antara dzikir dan doa terdapat kaitan yang amat erat. Oleh karena itu terkadang dzikir pun dinamakan doa. Begitu pula sebaliknya. Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam …

Read More »

Tafsir Surat An-nas bag 2

“مَلِكِ النَّاسِ” Artinya: “Raja para manusia” Makna ayat: Allah merupakan raja yang memiliki kekuasaan tertinggi atas manusia dan pengaturan yang sempurna.[1] Walaupun di antara manusia ada raja-raja lain, hanya saja raja yang tertinggi adalah Allah tabaraka wa ta’ala.[2] Kandungan penamaan Allah dengan “al-Malik” (Raja) Penamaan Allah sebagai al-Malik menunjukkan tiga hal:[3] Hal …

Read More »